hi fellas … try read this :
kucicipi rasa yang dimiliki manusia ini
manis, semanis manisan
tapi dia pergi menemui papanya di nirwana
aku hilang ditelan pedih
Tuhan telah mengambil rohku
dan meninggalkan ragaku
aku lari ketempat dimana-
aku dapat menghapus kenangan
namun malah kudapati lagi
kenangan itu menjadi nyata
dia memang mirip belahan jiwaku
dialam sana
kulindungi dia sekali lagi
kucintai dia sekali lagi
kukerahkan ragaku yang tertinggal
tuk dapatkannya
seperti kubuat lagi
kesalahan
apakah dia juga harus pergi?
kalau,,ya
maka ragaku pun akan ikut
menghilang
really touchin rite… tulisan diatas dapet dari sini … sangat emosional dan penulis berhasil menyampaikan kegalauan hatinya kepada para pembaca. “dia pergi menemui papanya di nirwana”, “Tuhan telah mengambil rohku dan meninggalkan jiwaku”. penulis sangat kehilangan belahan jiwanya yang amat sangat ia cintai, ia berusaha kembali tegar lalu menjalani kehidupan seperti biasa, namun ternyata ia menemukan kembali bayangan sang jiwa tercinta dalam kalimat “namun malah kudapati lagi kenangan itu menjadi nyata”, selanjutnya menemukan cinta yang sama dalam kalimat “dia memang mirip belahan jiwaku dialam sana”. penulis berusaha merajut kembali cinta yang baru dengan perasaan yang sama dengan sang terdahulu walaupun terjadi kekhawatiran “apakah dia juga harus pergi ?” . sepertinya ada kesan trauma kehilangan seseorang yang dicintai, apabila kehilangan itu terjadi lagi, “maka ragaku pun akan ikut menghilang”.

